Senin, 25 Februari 2019

Egosentris

“Apakah puisi adalah Penyair itu sendiri?
Atau instrumen-instrumen yang mengelilingi Sang Penyair?
Karena pada bait kesekian.
Diksi-diksi yang berbaris,
kehilangan arah setelah koma yang berkepanjangan.
Mereka baru menyadari,
bahwa dirinya hanyalah potongan tanya utusan Penyair yang Agung.
Yang saling mencari penjelasan, saling mengartikan maknanya sendiri.
Kemudian tetap menjadi tanya, tetap mencari dan menemukan."
Untuk yang ketakutan dan bersembunyi.
Untuk yang dibedakan dan diasingkan.
Tegak dan hiduplah.


~Syahid Muhammad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Titik-titik Syukur

Kau ingat saat kau ditemani sepi selepas kepergian? Kau berteman baik dengan sepi Kau ingat saat kau hancur dilahap kekecewaan? Kau tahu...